afforisma

"just my soliloquy for may be something in between"

Pages

My Blog List

Showing posts with label on poem and poetry. Show all posts
Showing posts with label on poem and poetry. Show all posts

Z



kita dan jarak
pertanyaan,
kehadiran

malam yang masih panjang

yang kekal,
yang fana

semua menyatu,
satu

seperti mimpi-mimpi,
atau malam hari

atau setapak,
dan belukar di awal pagi

hadirmu abadi,
tanpa narasi

Noor Afif Fauzi (April, 2013)
gambar diambil dari sini.

Isa



awalnya adalah kabar yang samar
juga pada seorang perempuan yang menjauhkan diri
di suatu tempat di sebelah timur

namun tuhan yang telah memilihnya
dan mengisyaratkan anak yang suci
seperti tersurat dalam kitab taurat dan zabur

*

seorang utusan lalu menyakinkannya
tentang hal yang mudah
tentang tanda bagi manusia
dan perkara yang telah diputuskan

hingga pada saatnya
perempuan itu berjalan ke kebun yang jauh
tanpa daya bersandar pada sebatang pohon
kembali ragu dan bertanya tentang tiada

utusan itu kembali menyerunya dari tempat yang rendah
untuk tak bersedih hati
dan mengabarinya berita gembira
dari anak sungai dan dahan kurma

*

perempuan itu lalu kembali pada umatnya
mereka yang curiga dan mencela
ia lalu menunjuk pada anak tersebut
dan memang keajaiban selalu menjadi hal yang tak biasa

anak itu kemudian berbicara
lalu mengajari pada mereka:
tentang kebaikan dan cinta kasih
tentang peringatan dan kabar yang benar

Noor Afif Fauzi (Desember, 2012)
gambar diambil dari sini.

Gaza


(english version)

from the dry wind
and the granule of sands
in the edge of mediterania

from the smoothy winter
and the green of olive trees
between raffah and deir al balah

promise is walking
in an uncertain way
inside the dark alley and the desert of irony

hope is like a slight of sun which averse to rise
on the drowning dawn
by cavalry, artillery, and infantry

which’s
make us to ask:
is god still there?

but for the intifada and the children of palestina
no more words,
makes a prayer said on a far cry way

as a no exhausted hope
on perhaps no tomorrow
on perhaps no sad losing

as the flap of pigeon’s wing
on honor and self esteem
on the stopped artery

and,

as a land
which will be set free and holy
which will be eternal not only on the treaty



(indonesia version)

dari angin kering
dan bulir pasir
di tepi mediterania

dari musim dingin yang lembut
dan hijau zaitun
antara raffah dan deir al balah

janji seperti meniti
jalur sejarah yang tak pasti
dalam lorong gelap dan gurun ironi

harapan seperti cercah mentari yang enggan terbit
dalam fajar yang tanggelam
oleh kavaleri, artileri, maupun infanteri

yang kadang karenanya,
mengharuskan kita bertanya:
masihkah tuhan disana?

namun bagi intifada dan anak-anak palestina
dengan kata yang tak tersisa,
doa adalah cara yang berbeda:

sebagai harapan yang tak lelah menyapa
pada esok yang mungkin tak pernah ada
pada kehilangan yang tak lagi bersedih

sebagai kepakan sayap-sayap merpati
pada kehormatan dan harga diri
pada nadi yang berhenti

dan,

sebagai tanah
yang akan terbebaskan dan suci
yang akan abadi tak lagi dalam janji

noor afif fauzi (November, 2012)
gambar diambil dari sini.

Sebelas Testamen Doa



: untukmu yang ada di negeri senja...

1

kebaikan kadang datang dari berita
yang membuat kita tak yakin dan bertanya:
"tuhan, masihkah engkau disana?"

2

tentu saja tuhan tak pernah meninggalkan kita
ia selalu membisikkan ayat,
meski dengan caranya yang berbeda

3

seperti lewat takdir
dimana setiap kehilangan,
akan digantikan oleh sesuatu yang terlahir

4

setidaknya agar kita mau berpikir,
berusaha dan tak berhenti merapal doa
yang pernah diajarkan pada kita:

5

dari ksatria berzirah:
"tetap berpegang dan percaya,
kematian tak selalu mengakhiri kisah menjadi sia-sia.."

6

dari rombongan sunyi peziarah:
"dengarlah suara kecil itu,
ia akan menjadikan langkah tak mudah menyerah dan percuma.."

7

dari para musafir:
"kebaikan akan merekah seperti kilau cahaya safir,
menjelma sisi lain yang turut menyertainya hadir.."

8

dari filsuf dan pemikir:
"merenung dan bertanyalah,
tanpanya pencairan tak pernah berguna dan berakhir.."

9

dari para ahli tafsir:
"merendah dan memintalah,
tak ada permintaan yang tak bisa dipenuhinya.."

10

dan kelak,
doa-doa itu akan mengantarkan kita
ke pertemuan di sana

11

dan meski kita masih ragu karena doa kita seolah diabaikannya,
jawabannya selalu sama:
tuhan hanya ingin yang terbaik untuk tiap-tiap dari umatnya..

(fauzi afif, jogja-juni 2012)

Doa



untuk setiap kehilangan: berdoalah,
selalu ada doa yang sampai

dan doa-doa yang lain,
mereka sama sekali tidak menghianati
bersemayam di sebuah sujud di surau sunyi

menunggu dikuatan dan diyakini
bahwa sekali-kali, tidak ada yang meninggalkan dan pergi

(fauzi afif, Jogja-2012)

Kereta Senja



akan kutitipkan sebuah doa
pada gerbong kereta senja

meski mungkin takkan sampai di sana
ia akan menghilang tepat di balik ufuk cakrawala

dan merubah senja menjadi warna jingga yang langka

(fauzi afif, Jogja-2012)

Sebuah Dingin di Ujung Malam


dingin di ujung malam
apa yang kau cari di balik awan?
bukankah bulan tak menggenggam sinarnya lagi?

atau barangkali matahari?
sudahlah

hari-hari pun harus marajuk
untuk nya hadir esok pagi

tapi mungkin sepi
atau angin yang masih berbaik hati
yang kan mengusir dingin itu

membawa cahaya remang itu
datang kembali
dan mengajakmu kembali berlari
sekali lagi..

(fauzi afif, jogja-2011)

Sebuah Nama: Indonesia


Mengindonesia adalah mitos tentang sebuah nama
prosesi menjadi kita

sebuah nama,
yang tak pernah kita peduli dari siapa
yang sering kita lupa untuk apa

Mengindonesia adalah ritual melawan lupa
pekerjaan menyembuhkan luka

Sebuah cerita,
melacak setapak sejarah
meretas jalan sebuah kisah

Menjadi Indonesia adalah bertanya
apakah kita pantas menjadi bangsa?
apakah kita layak merdeka?

Indonesia adalah sebuah doa
semoga kita tak lupa

kita pernah melangkah bersama
sebagai manusia
tanpa peduli nama

(fauzi afif, Jogja-160811)

Soz dan Nyanyian Waktu




Aku derita maupun penawar
Kesederhanaan maupun kemegahan
Aku pedang yang menghancurkan


Sir, engkau adalah kesendirian. Namun bukan sendiri yang akan membawa pada sepi, melainkan kedirian dan keabadian. Tuhan bagimu, tak hanya tentang apa yang manusia harus lakukan. Tapi juga tentang apa yang harus mereka resapi, dan renungkan.

Aku mata air kekekalan
Aku api yang membinasakan
Aku taman kebaqaan


Engkau hadirkan lagi apa yang telah dikatakan sebagai omong kosong. Tak berguna dan harus disingkirkan. Engkau melawannya, tapi tidak dengan serapah. Karena yakinmu, cacian emosional dan sebutan kafir untuk oposan hanya pantas dilakukan oleh mereka yang banal, bebal, dan nyaman dalam kemandegan.

Pertentanganku nyata
(Anggaplah itu tipu-muslihat):


Mark kau sebut nabi tanpa Jibril. Ia sepertinya memang menangkap pesan, namun tak sempurna. Atau mungkin juga karena engkau memang yakin tak ada yang namanya pertentangan dan determinisme. Malaikat tak mungkin menyampaikan wahyu yang seperti itu.

Berubah selalu, diam senantiasa
Tak berubah dalam dada yang berubah


Engkau percaya keberadaan tak mengharuskan adanya pertentangan. Imanen tak selamanya berlawanan dengan transenden, deistis bisa melebur dengan panteis, dan yang sakral bisa sejalan dengan yang profan. Kebenaran bukan tentang dari mana ia berasal, tapi dari kesungguhan dan ketekunan pencarian. Tak ada akhir, karena perjalanan mencari memang harus abadi.

Seperti jiwa manusia aku tak terikat
Pada lambang-lambang bilangan-


Pesanmu mengisyaratkan manusia harus beranjak mencarinya. Namun sekuat apapun sayap tak akan pernah bisa mengepak sendirian dan dalam kehampaan. Pikiran bukan pelayan ajaran, engkau membiarkan iman untuk tetap menjadi percaya. Namun, sekedar sebagai titik awal. Untuk dilanjutkan dengan terus berjalan, sepahit apapun anggapan. Karena tugas mencari adalah misi suci, tak sekedar menyemat apa-apa yang telah menjadi keyakinan bagi kebanyakan.

Aku tak terikat pada masa dan keluasan
Pada pergantian dan tahun kabisat


Kant mengajarimu banyak hal. Benda membutuhkan ruang, perubahan ruang membutuhkan waktu, dan keduanya bukan realitas obyektif. Manusia berhak menafsirkannya. Namun ada juga hal yang kau mengelaknya, dunia tak sebatas fenomena. Manusia tak bisa tak peduli dan melarikan diri dari noumena. Benda-benda dalam dirinya sendiri itu harus tetap dicari, dengan intuisi. Itulah perjalanan yang akan mengantarkan kita melintas batas dimensi, ruang tanpa batas dan waktu tanpa partisi.

Kau adalah rahasia terpendam dalam dirimu
Aku adalah rahasia dari wujudmu


Dari Mark dan Kant engkau simpulkan, ajaran tak sekedar fiksi atau melankoli. Lebih dekat pada pencarian ketimbang penderitaan atau penebusan. Tuhan maha berkehendak, tapi hubungan dengan manusia bukan seperti antara majikan dengan budak. Zos^ menempatkan kehendak sebagai pilihan. Tuhan bukan penulis cerita, ia memberikan pena dan kita yang harus melanjutkannya.

Aku hidup karena kau memiliki jiwa
Dan tempat tinggalku adalah kesendirian jiwamu


(afz)

perbincangan dengan malam



dan malam selalu punya cara nya sendiri untuk bercerita
tentang cahaya gelap yang membingkai mimpi dalam rapal-rapal doa

rekam sebait doaku dalam ceritamu malam;
yakinkan ku esok,
hari nya kan lebih baik dari saat-saat ku bersamanya

pudarkan lelahnya dengan gelapmu
hapus sakitnya dengan dinginmu
dan indahkan esoknya dengan mimpi-mimpi dari mu

beri dia kekuatan
dengan kisah bintang redup
yang tak pernah mau menyerah

untuk tak dilupakan
untuk tak disingkirkan
walau cahaya nya tak kan pernah bisa terang

jangan lagi kau ajak dia berbincang
lantunkan saja dia sebuah nyanyian
untuk memberikan nya arti tentang kehadiran

dia
di hidup ku (afz)